Wednesday, September 24, 2008

Cemari Lingkungan, Tambang Dihentikan Syarkawi: Masyarakat Langsung Gelar Sukuran

Rabu, 24 September 2008
Martapura,- Masyarakat Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron, Selasa (23/9) kemarin bersuka cita. Mereka bahkan sampai menggelar acara selamatan, setelah PT Indomineral sub kontraktor PT KCM menghentikan kegiatan pertambangannya yang telah mencemari Sungai Mangkaliwang.

“Saya mewakili masyarakat, sangat berterimaksih kepada PT KCM yang telah menghentikan aktivitas PT Indomineral di sana. Bagi kami, ini sesuatu yang sangat besar artinya. Makanya untuk itu masyarakat pun menggelar sukuran,” ujar anggota DPRD Banjar H Syarkawi.

Syarkawi yang anggota F-Golkar ini mengatakan, ditutupnya pertambangan yang belakangan membuat masyarakat gelisah sebagai buntut dari pertemuan warga, PT KCM dan Pemkab Banjar beberapa waktu lalu.

“Itu kami lakukan sekitar dua minggu yang lalu. Yang mengejutkan, dalam pertemuan tersebut diketahui jika pada tanggal 11 September lalu Bapedalda Banjar sudah menyerahkan hasil laboratoriumnya kepada Bupati Banjar yang kemudian dilanjutkan ke PT KCM. Hasilnya, yang saya ketahui hasil laboratoriumnya memang menjelaskan lahan persawahan warga tercemar,” ungkapnya.

Saat itu katanya, warga sempat heran jika ternyata uji laboratorium yang dilakukan Bapedalda Banjar sudah selesai dan ada hasilnya.

Informasi ini jelas sangat mengagetkan. Mengingat selama ini instansi-instansi yang berkepentingan dengan informasi hasil laboratorium tersebut belum mendapatkannya. Seperti Distamben Banjar, sampai akhir pekan tadi mengaku belum juga mendapat tembusan hasil laboratoriumnya.

Camat Pengaron Wasis Nugraha lebih parah lagi. Sampai kemarin dirinya mengaku sama sekali tidak mendapatkan kabar yang berkaitan dengan penyelesaian tuntutan warga Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron.

“Belum..belum ada kok. Hasil laboratorium juga belum ada apalagi surat yang sifatnya formal kepada Camat Pengaron yang berisikan penutupan aktifitas pertambangan PT Indomineral,” ujarnya.

Kendati mengaku belum mendapatkan surat tersebut, namun Wasis mengaku sangat lega jika benar aktivitas tersebut dihentikan. Lega karena memang itulah yang diinginkan warganya.

Seperti diberitakan, di Kecamatan Pengaron, pertambangan PT Indomineral yang beroperasi di wilayah Kecamatan Simpang Empat dikeluhkan wrga telah mencemari Sungai Mangkaliwang Desa Lok Tunggul selama tiga tahun. Selama itu pula 110 KK yang bersawah di sekitar sungai itu selalu mengalami gagal panen.

Terhadap protes warga tersebut, akhirnya Bapedalda, Distamben dan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar dan warga melakukan kunjungan lapangan.

Saat itu, instansi-instansi tersebut tidak berani langsung memberikan pernyataan tercemar tidaknya lahan persawahan warga. Untuk itu diputuskan Bapedalda Banjar melalukan uji laboratorium terhadap sample yang diambil di lokasi. (yan)