Wednesday, February 20, 2008

Pengiriman Batu Bara Terhenti

Minggu, 17-02-2008 | 00:55:25



Gelombang Laut Jawa Tinggi
Tongkang Berlindung di Bawean

BANJARMASIN, BPOST - Gelombang di Laut Jawa masih ganas. Aktivitas di perairan pun nyaris terhenti. Tongkang-tongkang batu bara dari Banjarmasin tertahan di perairan Sungai Barito.


Berdasar pantauan BPost Sabtu (16/2), di pelabuhan stockpile Pelambuan, tak ada satu pun tongkang batu bara yang berangkat. "Beberapa tongkang batu bara yang sudah berangkat, sekarang (kemarin) berlindung di daerah Bawean dan Masalembo untuk menghindari ombak," jelas Kepala Administrator Pelabuhan Banjarmasin, Captain Sufrisman Djaffar, kemarin.

Terkait hal itu, pihaknya telah memberikan peringatan kepada seluruh kapal yang ingin berlayar untuk lebih berhati-hati. Karena berdasar informasi baik dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) maupun laporan kru kapal, gelombang laut di atas tiga meter.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejak kemarin (Jumat) kita telah berikan peringatan kepada seluruh kapal, apabila ingin berlayar agar lebih hati-hati," tegasnya.

Peringatan yang dikeluarkan Adpel itu langsung ditanggapi pihak kapal. "Karena ada peringatan (Adpel) ditambah informasi BMG, tongkang-tongkang batu bara tujuan Cilacap, Paiton, Cirebon untuk sementara memilih bertahan," jelas Ketua International Ship Owner Acociation (INSA) Banjarmasin, Syamsuddin Gayo.

Menurutnya, sepanjang nakhoda kapal tidak berani memastikan keselamatan di laut, pihak perusahaan batu bara tidak mau mengambil risiko.

Berdasar pantauan BPost, akibat tidak adanya tongkang batu bara yang keluar, puluhan tugboat yang biasa menarik tongkang batu bara banyak parkir di sekitar Pelabuhan Trisakti.

Dikatakan Gayo, akibat buruknya kondisi cuaca di laut juga berimbas terhadap angkutan batu bara tujuan luar negeri. "Mengingat kondisi cuaca di laut yang begitu mengkhawatirkan aktivitas bongkar muat daerah Tabunio ikut terhambat," katanya.

Namun, lanjut Gayo, untuk tongkang batu bara yang berangkat dari Sungai Puting atau Klanis ke Tabunio tetap jalan. "Tapi itupun harus lebih hati-hati mengingat kondisi gelombang di laut saat ini mencapai 2,5-3 meter," katanya.

"Setiap hari kita berusaha memantau perkembangan kondisi cuaca di laut melalui BMG. Kalau sudah mulai membaik, tentu angkutan batu bara bisa kembali normal," harapnya.

Sebuah kapal peti kemas Caraka 19 milik PT Spil yang rencananya berangkat ke Jawa kemarin, akhirnya tertahan di sekitar pelabuhan sembari menunggu kondisi laut kembali normal.

"Karena informasinya gelombang masih tinggi, kapal kami (Caraka 19) hari ini (kemarin) tidak bisa keluar. Nggak tahu nanti apakah bisa atau tidak. Untuk sementara parkir dulu," kata seorang petugas keamanan PT Spil, di Pelabuhan Trisakti.

Bahkan akibat buruknya kondisi cuaca di laut, jadwal keberangkatan KM Marina Nusantara jurusan Banjarmasin-Surabaya ditiadakan.

"Kalaupun kita buka loket penjualan tiket, tiket yang dijual untuk keberangkatan Senin (18/2). Sementara, untuk hari ini (kemarin), ditiadakan karena tidak ada kapal yang berangkat," kata seorang petugas PT Prima Vista kepada BPost, kemarin. (mdn)