Monday, July 02, 2007

Selamatkan Ekskavator Operator Tewas Tertimbun

Tuesday, 03 July 2007 01:54

MARTAPURA, BPOST - Belasan karyawan PT Supandi Harum Persada (SHP) berlarian keluar dari lubang tambang batu bara di kawasan Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar Senin (2/7) pukul 11.00 Wita.

Mereka diberitahu telah terjadi rekahan tanah di bibir lubang yang menandakan bakal terjadi longsoran. Haris Susanto (21) operator alat berat yang tengah menambang bara di lubang tambang sedalam 30 meter, ikut keluar dari alat berat ekskavator yang dioperasikannya dan berlari menjauh.

Akan tetapi, perantauan asal Lampung ini kemudian memutuskan kembali kedalam kabin ekskavator. Maksudnya, ingin menyelamatkan alat berat yang dioperasionalkannya. Nahas baginya, pada saat hendak memindahkan ekskavator, tanah itu dari atas meluncur deras menimpa alat berat yang dioperasionalkannya.

Bersamaan dengan itu, ekskavator terbalik dan ribuan ton tanah menimbun tubuhnya. Satu jam kemudian, tubuhnya ditemukan namun sudah tak bernyawa. Korban, diduga mengalami kesulitan bernafas saat tertimbun.

Ia juga mengalami luka lebam di bahu, pipi serta punggung. Informasi didapat, korban sebenarnya operator pengganti dari alat berat itu. Hari itu, korban menggantikan operator yang saat itu sedang libur.

Korban mengoperasikan ekskavator di lubang tambang batu bara di kedalaman sekitar 30 meter. Ketika tengah asyik bekerja mengoperasikan alat berat tiba-tiba ada peringatan dari pengawas tambang, telah terjadi rekahan tanah di bibir lubang tambang. Rekahan ini, menandakan bakal terjadi longsoran tanah.

Situasi ini tentu sangat membahayakan keselamatan para pekerja sehingga merekapun sadar betul dan segera berlari ke luar dari lubang tambang. Korban mematuhi peringatan tersebut dengan ke luar dari ekskavator yang dioperasikannya.

Namun, ia masuk kembali dengan maksud menyelamatkan alat berat tersebut. Pada saat berupaya mengeluarkan ekskavator itulah, longsoran benar-benar terjadi. Ribuan ton tanah dari atas meluncur deras ke bawah, sehingga tak bisa dikendalikan lagi.

Ekskavator pun terguling dan tertimbun ribuan ton tanah yang juga menimbun korban. Rekan-rekan korban bekerja keras mengeluarkannya, menggunakan eksavator lain.

Sekitar 1 jam menggali, korban baru ditemukan. Ia dilarikan ke IGD RSUD Banjarbaru. Namun, diperkirakan korban telah meninggal karena kesulitan bernafas saat tanah mengubur seluruh badan ekskavator. mtb/wid/ris


Copyright © 2003 Banjarmasin Post