Thursday, June 07, 2007

Baramarta Jadi Perusahaan Induk

Thursday, 07 June 2007 01:51

MARTAPURA, BPOST - Pemkab Banjar tengah menyiapkan rancangan penggabungan sejumlah perusahaan daerah yang dimiliknya dengan PD Baramarta yang akan menjadi perusahaan induk.

Dalam bulan ini juga, usulan penggabungan itu akan dibahas dalam rapat di DPRD Banjar untuk diperoleh solusi yang tepat. Dengan begitu penggabungan bisa mulus dan tak berbenturan dengan aturan.

"Kita tahu, Aneka Usaha Barakat (AUB) dan Lumbung Desa Modern (LDM) sudah dianggap kolaps. Namun, sejumlah usaha yang pernah dikelola perusahaan itu, tentunya masih bisa dibangkitkan lagi. Hanya saja, perlu manajemen yang efisien untuk menjalankannya," kata Bupati Banjar HG Khairul Saleh, Selasa (5/6).

Belajar dari pengalaman sebelumnya, lanjut Khairul, terbukti perusahaan tersebut lebih banyak merugi. Sementara struktur manajerialnya terlalu berlebihan, dengan tiga direktur dan tiga badan pengawas di masing-masing perusahaan.

"Ke depan, kita menghendaki AUB dan LDM bisa menjadi bagian Baramarta, sehingga anak usaha cukup dijadikan divisi saja, dengan struktur yang lebih rendah dan efisien. Mungkin anak usaha cukup dipimpin seorang kepala divisi atau setaraf itu," ucapnya.

Menurut Khairul, jika dewan bersepakat, Baramarta dibikin tak hanya memiliki satu cabang usaha, yakni batu bara. Melainkan melingkupi berbagai usaha yang dianggap potensial, seperti jasa sewa alat berat, penggilingan gabah, galian C, batu besi, kromit dan lain-lainnya.

Ketua DPRD Banjar H Zainal Arifin SH mengakui bahwa eksekutif ada mengajukan rancangan merjer perusahaan daerah. "Maksud eksekutif cukup bagus, jika melihat kurang efektifnya AUB dan LDM ketika masih berstruktur gemuk dengan sejumlah direktur," sambutnya.

Cuma, ujarnya, langkah penggabungan itu mesti ditelaah secara mendalam, baik dari segi efektivitas maupun aturan main yang mengikatnya. adi