Saturday, May 19, 2007

PT Arutmin Bangun Pabrik UBC Untuk Meningkatkan Kalori Batubara

Kamis, 17 Mei 2007
BANJARMASIN,- Untuk meningkatkan nilai kalori batubara, PT Arutmin Indonesia yang berkedudukan di Kalsel pada tahun 2007 ini bertekad mendirikan sebuah pabrik yang dapat meningkatkan mutu dan kalori batubara.

Pabrik yang mereka sebut dengan proyek demontrasi upgraded brown coal (UBC) itu, akan didirikan di sekitar lingkungan pertambangan PT Arutmin Indonesia yang terletak di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Rencananya, pada tahun 2008 nanti pabrik tersebut sudah dapat beroperasi. Targetnya, dapat mengubah kandungan air batubara 35 persen menjadi 0,01 persen, sehingga kalorinya naik secara drastis.

Menurut UBC Project PT Arutmin Indonesia Agus Rusmono, upgraded brown coal adalah sebuah istilah untuk batubara berkalori rendah. Pengerjaan proyek UBC ini, paparnya, sebenarnya sudah pernah diujicobakan pada skala pilot plant oleh perusahaan Palimanan di Cirebon. “Proyek di Palimanan itu sukses. Makanya saat ini pabrik serupa akan dibuat kembali untuk skala besar dengan kapasitas produksi 600 ribu ton per hari,” ujarnya kepada wartawan koran ini pada acara media visit di PT Arutmin Cabang Asam-asam, baru-baru tadi.

Pemilihan PT Arutmin untuk mengerjakan proyek ini, lanjutnya, dikarenakan batubara hasil dari pertambangan perusahaan ini cukup bagus untuk dijadikan bahan baku pembuatan batubara berkalori tinggi. “Kami cukup antusias dengan proyek ini, sebab batubara kami sebagian besar berkalori rendah,” katanya.

Proyek ini, jelasnya lagi, paling besar didanai oleh Jepang. Sedangkan kekurangannya didanai oleh PT Kobe, Arutmin Indonesia, dan Bumi Resources. Produk UBC ini, bebernya, selain dapat digunakan oleh PLTU juga dapat digunakan oleh berbagai industri lainnya. “Produksi dari Palimanan sangat disukai oleh Jet Power (PLN) di Negara Jepang. Sebab, efisiensi dengan menggunakan produk UBC ini dapat mencapai 97 persen,” jelasnya.

Disebutkan, proses pembuatan batubara berkalori rendah menjadi tinggi itu sangat simpel dan aman, karena dalam pembuatannya tidak menggunakan proses kimia. Keuntungan dari proses UBC ini adalah diproduksi menggunakan temperatur dan tekanan rendah, sehingga produk akhir berupa briket sangat stabil dan tidak menyerap moisture udara. “Keunggulan produk UBC ini dapat meningkatkan kalori batubara, menstabilkan kualitas batubara, meningkatkan efisiensi dalam pembakaran, serta dapat mengurangi emisi O2 dalam pembakaran,” katanya.

Dengan dibangunnya pabrik ini, maka dapat dipastikan akan memerlukan banyak tenaga kerja baru. Karena itulah, dari perhitungan PT Arutmin, tenaga yang diperlukan untuk mengoperasionalkan pabrik tersebut setidaknya memerlukan 400 orang tenaga kerja baru. “400 orang tenaga itu akan digunakan pada saat kontruksi, setelah beroperasi akan ditambah lagi tenaga sebayak 120 orang,” ujarnya.

Menyediakan bahan baku untuk pembuatan batubara berkalori tinggi, sepertinya bukanlah hal yang sulit bagi PT Arutmin. Sebab, di atas lahan seluas 70 ribu hektare mereka yakin dapat memenuhi semua kebutuhan produksi pabrik UBC. “Perusahaan tambang kami memiliki luasan lahan sekitar 70 ribu hektar. Lahan tersebut terdapat di beberapa kawasan di sekitar Kabupaten Tala, Tanbu, dan Kotabaru. Nanti bahan baku untuk UBC kami ambil dari lahan-lahan tersebut,” tandasnya.(gsr)