Thursday, October 19, 2006

PIPANISASI GAS BUMI

Selasa, 17 Oktober 2006 01:59:16
7 Daerah Pun Berharap

Banjarmasin, BPost
Sebanyak tujuh kabupaten di Kalsel akan terkena jalur ruas transmisi megaproyek pipanisasi gas bumi dari Bontang-Semarang. Tujuh kabupaten itu adalah Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, dan Tanah Laut.

Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dalam acara penjelasan implementasi hak khusus Ruas Transmisi Gas Bumi Kalimantan-Jawa (Kalija) di Hotel Arum Kalimantan, Banjarmasin, Selasa (17/10), berharap saluran pipa gas bumi di Kalsel tidak hanya sekedar numpang lewat. Tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi daerah, khususnya daerah yang disusuri pipa baja tersebut.

"Kami dapat memahami proyek pipanisasi ini dibangun untuk mengurangi beban pemerintah dalam subsidi bahan bakar minyak. Namun karena dilewati pipa-pipa tersebut, tentunya kami berharap warga juga mendapat manfaat," ujarnya.

Rudy tidak menginginkan proyek tersebut justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Karena itu, sosialisasi-- terutama tentang jaminan keamanan dan manfaat yang akan diperoleh warga sekitar, perlu diperjelas.

Usai acara di Hotel Arum Kalimantan, Presiden Direktur PT Bakrie & Brother, Bobby Gafur Umar, bersama beberapa pejabatnya, di antaranya Senior Vice President AD Erlangga, Business Development Dept Asset Divesment Hendra Nova, dan Media Relation Jhony Suharto Darmo, mengunjungi redaksi Banjarmasin Post Group.

Para petinggi PT Bakrie & Brother berdialog dengan Pimpinan Redaksi BPost Pramono BS, Wapimred A Djoko Sumartono, Pemimpin Perusahaan A Wahyu Indriyanta.

Bobby Gafur dalam kesempatan itu mengatakan, proyek pipanisasi yang menelan biaya sekitar 1,3 miliar US Dolar itu akan dimulai akhir tahun 2007. Proyek tersebut ditujukan untuk penyediaan energi baru yakni gas sebagai pengganti BBM.

"Ada tiga daerah di Indonesia yang memiliki sumber gas alam yakni, Kaltim, Papua dan Natuna. Dari tiga daerah tersebut Kaltim merupakan yang diproyeksikan bisa memenuhi kebutuhan lokal. Proyek ini ditargetkan 2009 sudah dapat digunakan," ujarnya.

Pipanisasi yang akan mengalirkan gas dari sumur gas alam di Bontang (Kaltim) ke Semarang (Jawa Tengah) itu memiliki panjang 1.219 kilometer. Di Kalsel menjulur sekitar 300 kilometer.

Bobby menjamin, pipa baja tersebut memiliki keamanan yang cukup terjamin. Pipa berdiameter 36 inchi tersebut juga ditempatkan sesuai tata ruang daerah dan pemukiman penduduk.

Ia menambahkan, penempatan pipa juga memperhatikan lokasi yang berpotensi berkembangnya industri. Sehingga pabrik-pabrik yang dibangun bisa menggunakan bahan bakar gas dari pipa tersebut. ais

Copyright © 2003 Banjarmasin Post