Friday, September 26, 2008

H-3, Angkutan Batubara Stop Sampai 7 Hari Selepas Lebaran

Jumat, 26 September 2008
BANJARMASIN,- Untuk meminimalisir kemacetan pasca arus mudik dan balik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel telah menerbitkan surat edaran penghentian sementara operasional truk angkutan batubara.

Angkutan emas hitam yang biasanya menjadi biang kemacetan akses darat menuju Banua Anam hingga provinsi tetangga Kaltim tersebut, mulai distop sejak H-3 sampai H+7. “Surat edaran sudah disampaikan kepada perusahaan jasa angkutan tambang dan juga para pengusaha batubara, yaitu mulai H-3 sampai H+7 untuk sementara stop dulu,” ujar Fahrian Hifni, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel kepada wartawan di Graha Abdi Persada Gubernuran Kalsel, Rabu (24/9).

Dia menjelaskan, penyetopan sementara tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, baik waktu mudik maupun balik. “Sudah lazim pasca Lebaran terjadi lonjakan pemudik sehingga jalan menuju Banua Anam padat. Untuk itulah perlu pengaturan agar tidak sampai terjadi kemacetan yang akhirnya meresahkan pengguna jalan,” jelas mantan Asisten III Setdaprov Kalsel ini.

Dia menambahkan, Dishub Kalsel berkoordinasi dengan pihak terkait akan meningkatkan pengawasan dan patroli pasca arus mudik dan balik nanti. Jika masih ada truk angkutan batubara yang nekat beroperasi pada H-3 sampai H+7, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel menurunkan 250 petugas medis yang ditempatkan di posko-posko untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pemudik sampai H+7 nanti. Setiap posko akan ditempatkan 7 sampai 8 petugas medis plus dengan peralatan dan obat-obatan. Petugas yang ditempatkan pada posko-posko tersebut merupakan gabungan Dinkes Kalsel dan Dinkes kabupaten dan kota se-Kalsel.

Selain dari Dinkes, untuk pelayanan kesehatan akan dibantu PMI dan Tim Kalimantan Paramedical Rescue. “Mereka akan disebar seperti di Pelabuhan Trisakti, Terminal Km 6 Banjarmasin, Bandara Syamsuddin Noor, bundaran Kayutangi Banjarmasin, serta sejumlah titik rawan lainnya,” jelas Kadinkes Kalsel Rosihan Adhani.

Masih dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada pemudik, Rosihan menjelaskan pihaknya telah menyiagakan 30 puskesmas dan sejumlah rumah sakit rujukan.(sga)