Thursday, January 31, 2008

Disiapkan 10 Rute Jalan Khusus

Sabtu, 5 Januari 2008

BANJARMASIN – Tudingan Ketua Pansus Raperda Jalan Pertambangan dan Perkebunan Besar Ir Gusti Perdana Kusuma, bahwa eksekutif kurang serius mematangkan rencana pembangunan jalan khusus tambang dan perkebunan besar, secara tegas dibantah Asisten II Setdaprov Kalsel Orhansyah.

Menurut Orhansyah, pemprov justru sangat serius dengan rencana tersebut, karena ditarget pembangunannya harus tuntas selama 2 tahun, atau paling lambat tahun 2009 mendatang. “Jadi, tidak betul kalau ada anggapan bahwa eksekutif tidak serius,” ujarnya kepada koran ini, usai menghadiri acara penyerahan DIPA tahun anggaran 2008 di Mahligai Pancasila, kemarin.

Ketua Tim Pengarah Pembangunan Jalan Khusus Angkutan Batubara dan Hasil Perkebunan Besar ini menambahkan, kajian pembangunan jalan khusus angkutan tambang dan hasil perkebunan besar harus dilakukan secara menyeluruh, karena akan diterapkan di seluruh Kalsel. “Tidak hanya Kabupaten Banjar dan Tapin saja akan dibangun jalan khusus tambang dan perkebunan, tapi juga di Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tala,” tandasnya.

Sehubungan dengan itu, paparnya, Bappeda Kalsel telah melakukan survei di Kotabaru, Tala, dan Tanah Bumbu, dan mencatat 7 rute yang memenuhi syarat menjadi jalan khusus tambang dan perkebunan. Yaitu, 2 rute di Kotabaru, 2 rute di Tala, dan 3 rute di Tanah Bumbu. “Saya sudah menerima hasil survei dari Bappeda. Selanjutnya, hasil survei tersebut dibicarakan dalam pertemuan dengan pengusaha tambang yang akan digelar bulan ini juga. Untuk diketahui, 7 rute jalan sebagaimana hasil survei itu tidak mutlak menjadi lokasi jalan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk 3 rute jalan khusus tambang dan perkebunan besar di Tapin dan Kabupaten Banjar, Orhansyah memastikan sudah beres dan tinggal pematangan saja.

Seperti diketahui, 3 investor telah mengajukan jalan khusus angkutan pertambangan batubara ke Pemprov Kalsel, yakni PT Anugerah Tapin Persada, PT Bangun Buana Cemerlang, dan PT Talenta Bumi. Dengan mempersiapkan dana mencapai USD 35 juta, PT Anugerah Tapin Persada akan membangun jalan tambang sepanjang 28,735 km mulai Kecamatan Tapin Selatan (Desa Suato Tatakan, Rumintih, dan Lawahan), Kecamatan Tapin Tengah (Desa Sukaramai, Sei Bahalang, Pematang Karangan, Pandahan, Pematang Karangan Hilir), Kecamatan Candi Laras (Desa Baringin), dan Candi Laras Utara (Desa Margasari Hilir).

Sementara PT Talenta dengan investasi mencapai Rp275 miliar akan membuat jalan sepanjang 71 km mulai dari Jl A Yani Km 71 atau Jalan Raya Binuang hingga Kabupaten Batola (menuju Sungai Barito atau seberang Kota Marabahan). Sedangkan jalur sepanjang 31 km dari Desa Tatakan-Sungai Puting (Tapin) dibangun oleh PT Bangun Buana Cemerlang, dengan investasi USD 30 juta (belum termasuk dana pembebasan lahan).

Meski telah ada 3 investor, ternyata perangkat hukumnya dalam bentuk Raperda Jalan Pertambangan dan Perkebunan Besar hingga kini masih dibahas di DPRD Kalsel.

PT ATP Mulai Bekerja

Sementara itu, meski Raperda Jalan Pertambangan dan Perkebunan Besar belum selesai dibahas, namun untuk mengatasi permasalahan angkutan batubara yang selama ini melintasi jalan negara dari Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. PT Anugerah Tapin Persada (PT ATP) sejak akhir tahun 2007 kemarin, mulai membangun jalan dan pelabuhan khusus (pelsus) batubara di Kabupaten Tapin. Diperkirakan, pembangunan jalan khusus tambang tersebut akan rampung dalam waktu satu tahun atau pada tahun awal tahun 2009 mendatang.

Direktur Utama PT ATP Rahimullah MBA menjelaskan, untuk membangun jalan sepanjang 28,5 kilometer, dengan lebar ruas jalan 50 meter dan badan jalan 20 meter, pihaknya sudah menyiapkan investasi sebesar USD35 juta atau senilai Rp332,5 Miliar.

“Pembebasan tanah sudah rampung 95 persen dan kami sudah mulai membuat badan jalan,” ujar Rahimullah seraya menyebut, bahwa ruas jalan ini melewati 4 kecamatan dan 11 desa di Kabupaten Tapin.

Lebih lanjut diungkapnya, sebelum membangun jalan pihaknya sudah melakukan pengamatan dan pantauan terhadap angkutan batubara. Hasilnya, ternyata truk yang melintas di jalan negara dari HSS sampai ke Banjarmasin, mencapai 2.400 buah perhari. Termasuk juga mengamati berbagai dampak yang ditimbulkan, seperti seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas, kemacetan dan debu.

Pembangunan jalan angkut batu bara ini dimulai dari Desa Suato Tatakan di Kecamatan Tapin Selatan hingga di Desa Margasari Kecamatan Candi Laras Utara. Sedangkan stockpilenya berada di pinggir Sungai Nagara, Kecamatan Candi Laras Utara, dengan luas areal 53,6 hektare.

Lantas darimana PT ATP bisa mengembalikan investasinya? “Dengan jalan dan pelsus, maka kami bisa menyediakan jasa jalan angkut batubara. Tapi soal tarif, kami belum tentukan,” cetusnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, jalan batubara ini akan menampung semua jenis angkutan batubara untuk 2–3 tahun pertama, tapi pada tahun berikutnya, hanya truk dengan kapasitas minimum 20 ton yang boleh melewati.

PT ATP juga, tambah Rahimullah akan memakai jalan penghubung milik PT Antang Gunung Meratus (PT AGM). “Kami sudah membuat pernyataan bersama dengan PT AGM untuk penggunaan jalan penghubung ini,” ujarnya.

Agar tidak menggangu arus lalu lintas di jalan Negara di kilometer 101, PT ATP akan membangun fly over atau jalan layang hingga di Sungai Jayau, Desa Margasari Hilir yang melintasi jalan provinsi. (sga/nti)

Thursday, January 24, 2008

Pengusaha Tambang Borong Dolar

Kamis, 24-01-2008 | 00:50:25

•  Investor Kalsel Harus Tetap Waspada

BANJARMASIN, BPOST - Anjloknya nilai rupiah akibat bergejolaknya perekonomian Amerika Serikat, dimanfaatkan pengusaha tambang untuk mendulang untung.

Mereka berlomba menjual dolarnya ke tempat penukaran uang (money changer), sehingga pembelian uang negeri Paman Sam tersebut meningkat dari 20 ribu dolar pada hari biasa menjadi 30 ribu dolar atau naik 50 persen. "Yang banyak menukar dolar itu para pengusaha tambang, bisa sampai 30.000 dolar. Tapi, kalau persediaan dolar kami tidak cukup, bisanya kami transfer ke rekening," ungkap Fatmawati, staf money changer PT Haji Latunrung, Rabu (23/1).

Selain dolar, paparnya, penjulan mata uang Riyal juga mengalami peningkatan signifikan, terutama oleh warga Kalsel yang baru pulang dari berhaji.

Berbeda dengan kondisi di PT Arta Money Changer, di penukaran uang asing ini malah penjualan mata uang Riyal Arab Saudi meningkat hingga 30-50 persen.

"Nasabah yang bertransaksi didominasi oleh perorangan, terutama tamu hotel dari kapal-kapal asing serta orang asing yang berusaha di sini, sedangkan corporate hanya sekitar 25 persenya saja," ujarnya.

Ditambahkannya, kondisi yang bagus bagi pedagang valuta asing adalah, harga rupiah yang fluktuasinya antara 25-50 poin. Apabila lebih dari 100 poin, malah tidak menguntungkan, karena keuntungan dari selisih harga bisa lebih kecil.

Sementara itu, di Pojok Bursa Efek (BEJ) Fakultas Ekonomi Unlam, beberapa mahasiswa dan dosen asyik mengikuti perkembangan saham yang turun naik.

Edi, Mahsiswa Fakultas Ekonomi mengatakan, kondisi rupiah yang kurang stabil saat ini, membuat dia mulai aktif kembali untuk bermain saham.

Diungkapkan Edi, saat ini sangat cocok untuk pemain saham harian. "Kalau rupiah tidak stabil, saham harian bisa menguntungkan. Tapi tergantung kita memilih saham mana yang menguntungkan, karena kalau salah pilih akan rugi juga," ungkapnya.

Saatnya Beli

Sementara itu, Analis dari PT Mega Capital Indonesia Banjarmasin, Tien Radhina mengatakan, anjloknya harga saham global bisa menjadi momen untuk meraih keuntungan.

Jadi, kata Tien, investor harus bersabar jangan cepat terpancing untuk melakukan pejualan besar-basaran, yang akhirnya rugi. "Gejolak ini sudah biasa, hanya investor di Kalsel harus waspada," kata Tien di kantornya, Rabu (23/1).

"Minimal sampai Imlek, karena laporan perusahaan di Amerika Serikat baru disampaikan setelah hari raya China tersebut," kata Tien.

Kenapa kita tidak perlu khawatir, ucapnya, karena fundamental regional kita lagi bagus, jadi ekonomi kita masih tahan menghadapi terpaan dari luar. "Malah, kalau menurut saya saat ini adalah saat untuk membeli saham, karena harga saham lagi didiskon besar-besaran," saran dia.

Ucapan yang sama juga dilontarkan, Operation Manager PT Bank Mandiri Banjarmasin, Belman S Anggen SE. Menurut dia, saatnnya untuk beli saham, pasalnya apabila momen ini tidak diraih, maka kesempatan untuk membeli saham murah akan sulit didapatkan.

"Saya rasa inilah saatnya bagi investor atau pengusaha di daerah ini untuk membeli saham, khususnya saham bluechip seperti Mandiri. Karena harganya lagi turun," kata di kantornya, kemarin (23/1).

Karena, jelas Belman, Saham Mandiri adalah saham bagus, kinerja keuangan Mandiri juga bagus. NPL rendah dan labanya tersebesar di antara bank di Indonesia. "Turunnya harga saham Mandiri ini, bukan faktor internal melainkan karena kondisi ekonomi AS yang lagi resesi," ucapnya. Dengan kondisi itu, lanjut dia, saham Mandiri akan cepat pulih dan dalam beberapa hari akan naik ke menjadi 4.000. tri/ff

Sektor Batu Bara Pasar Potensial

Selasa, 22-01-2008 | 01:00:20

•  GM Tractors akan Garap Bisnis di Kalsel

BANJARMASIN, BPOST - Penjualan alat berat untuk sektor pertambangan dan perkebunan diperkirakan terus meningkat sampai tiga tahun ke depan. Hal itu seiring tingginya permintaan atas komoditas pertambangan dan perkebunan.

Apalagi setelah melihat perkembangan harga batu bara, dari pertengahan 2007 saja 50 dolar AS per ton sekarang harganya sudah 84 dolar AS per ton. Selain itu, di sektor agribisnis akan dibuka satu juta hektar lahan kelapa sawit di Indonesia setelah harga CPO melambung.

Khusus untuk batu bara, permintaan domestik juga akan meningkat sejalan dengan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW berbahan bakar batu bara.

Ditambah rencana pemerintah pada 2008 membangun sarana dan prasarana transportasi, membuat kebutuhan peralatan berat di Indonesia terus meningkat.

"Menurut data Departemen Pekerjaan Umum (PU), 2007 lalu dana untuk membangun sarana dan prasara di Indonesia sebesar Rp 34 triliun. Sedang tahun ini bertambah dua kalilipat, paling tidak untuk konstruksi sarana dan prasarana senilai Rp 7 triliun. Ini merupakan faktor yang bisa mempengaruhi peningkatan penjualan alat-alat berat di 2008," kata Presdir PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), Tjandi Mulyono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain itu, lanjutnya, peluang infrastruktur baru di kawasan perkebunan, pertambangan menjadi sasaran bisnis untuk alat berat. "Di sisi lain, kebijakan pemerintah menghentikan impor alat berat bekas berakhir hingga Desember 2007 merupakan peluang pasar yang baik buat GM Tractors dan perusahaan lainnya," ungkap dia.

Karena itu, paparnya, kami mentargetkan penjualan 2008 naik 40 persen menjadi 400 unit dibandingkan 2007 hanya terjual sekitar 300 unit.

Produk alat berat dari China yang dijualnya, lanjut Tjandi, harganya lebih murah 40 persen dari merk Jepang, sedang kualitasnya berada di 80 sampai 90 persen. Sehingga banyak diminati perusahaan perkebunan, pertambangan dan Departemen PU di Indonesia.

Untuk menggarap pasar alat berat di perkebunan dan pertambangan Kalsel, jelas Tjandi, pihaknya akan membukan cabang di Banjarmasin. "Dengan dukungan kantor cabang di Medan, Pekanbaru, Palembang dan Balikpapan, pada semester II-2008 akan buka di Banjarmasin serta Makassar, kami optimis bisa menjual lebih banyak lagi," katanya usai peresmian kantor pusat GM Tractors di Jakarta, Jumat (18/1).

Sementara itu, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budhi Dharmadi mengatakan, untuk mendukung peningakatan penjualan alat berat, pemerintah tidak membuka kran impor truk dan kendaraan berat bekas. Kebijakan yang sudah berlangsung selama satu tahun ini, setelah direview ternyata berdampak positif terhadap bangkitnya industri truk dalam negeri.

Menurut Budhi, setelah keran impor truk bekas di tutup, terhitung per 31 Desember 2006 kebijakan itu tidak hanya mendorong permintaan truk, tetapi berpeluang menumbuhkan industri pendukung di dalam negeri yang umumnya industri berskala menengah dan kecil. PersdaNetwork/hbk/dtc